Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puasa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 September 2008

Hikmah di bulan puasa

hikmah puasa

"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)

PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.

RAMAHDAN bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.

Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.

Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.

Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:

"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)

Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.

Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.

Allah berfirman yang maksudnya:

"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)

Nabi s.a.w.juga bersabda:

"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."

Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.

Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.

(s.al-Baqarah:185)


Selasa, 02 September 2008

hikmah puasa ramadhan

Nabi Muhammad s.a.w mengatakan : Puasa itu sehat. Banyak orang berfikiran bahwa dengan berpuasa akan berakibat kekurangan energi. Apalagi dalam musim dingin ini, mungkin ada saja pertanyaan yang bodoh, seperti apa enggak bakal mati kedinginan kalau puasa terlebih lagi saat winter seperti sekarang ini. Sebagian ada yang berpendapat, dengan puasa jadi tidak dapat berfikir, karena otak menjadi hipoglikami yaitu kurang zat gula dalam darah.

Tapi fakta menunjukan hal yang lain. Bisa kita ambil contoh, ternyata kemerdekaan Indonesia justru diraih pada bulan puasa, disamping itu kita juga mengetahui peristiwa lain yang justru terjadi pada bulan Ramadhan. Misalnya saja kemenangan perang Badr. Pada tanggal 17 Ramadhan tahun ke-2 Hijrah. Sebuah perang besar terbuka yang pertama kalinya terjadi antara kaum Muslimin melawan kaum musyrik. Pertempuran terjadi di sebuah lembah di dekat kota Madinah, yaitu di Badr.

Persitiwa lain yang tak kalah menakjubkan adalah Futuh Makkah. Dan simak pula kemenangan Andalusia. Bulan Ramadhan tahun ke-91 Hijrah, kaum Muslimin di bawah pimpinan panglima Thariq bin Ziad membuka Andalusia (Spanyol). Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Futuh Andalusia.

Tentu saja peristiwa-peristiwa diatas terutama disebabkan karena keimanan mereka yang teguh. Dan pada saat kita memang betul-betul membutuhkan tenaga, Islam memberi keringanan untuk tidak berpuasa misalnya saat perang, sebagaimana tertera dalam hadis: “Kami berperang bersama Rasulullah saw pada bulan Ramadhan. Maka di anatara kami ada yang berpuasa dan ada pula yang berbuka. Yang berpuasa tidaklah menyalahkan yang berbuka, sebagaimana yang berbuka tidak pula menyalahkan yang berpuasa. Mereka berpendapat bahwa orang yang merasa dirinya kuat, lalu ia berpuasa, maka itu baik, sebagaimana menurut pendapat mereka bahwa orang yang merasa dirinya lemah kemudian ia berbuka, itu adalah baik (Riwayat Ahmad dan Muslim). Jadi tidak mungkin puasa itu menyebabkan orang sakit, apalagi sampai meninggal karena kalau sudah merasa sangat lemah maka diberi keringanan berbuka. Tentu saja sekali lagi disini tidak berlaku â??aji mumpungâ? dan meringan-ringankan hukum Allah.

Allah Swt yang menciptakan manusia , Dia-lah yang paling mengenal manusia, oleh karena itu Dia menciptakan ketentuan – seperti misalnya puasa- sesuai dengan kemampuan manusia. Di samping itu Allah swt tetap memperhatikan sifat-sifat manusiawi : ada puasa ada berbuka, dan dimalam harinya (setelah berbuka puasa) Allah membolehkan suami bercengkerama dengan istrinya karena Allah sudah maklum atas fitrah manusia. Kini timbul pertanyaan mengapa manusia mampu berpuasa ? Mungkin untuk menjelaskannya, terlebih dahulu akan diuraikan bagaimana proses energi yang terbentuk dari makanan yang kita makan. Makanan yang kita makan terdiri dari Karbohidrat, lemak dan protein. Disamping itu juga ada mineral dan vitamin. Di dalam usus karbohidrat, protein dan lemak semua dipecah oleh enzim-enzim pencernaan. Karbohidrat dipecah menjadi glukosa, sebagai energi untuk tubuh kita, lemak dipecah dan disimpan dalam bentuk lemak, protein dipergunakan untuk zat pembangun sel-sel tubuh. Kelebihan karbohidrat disimpan dalam bentuk lemak.

Pada saat kita berpuasa dan tentunya dengan sahur terlebih dahulu, maka energi pertama yang terpakai adalah dari karbohidrat yang kita makan. Dalam waktu berjam-jam, lama kelamaan glukosa yang terpakai menjadi habis. Setelah itu tubuh kita tidak langsung kekuarangan energi, karena cadangan energi dalam bentuk lain, yaitu lemak masih ada dalam tubuh kita. Cadangan itulah yang dipecahkan kemudian menjadi glukosa sehingga menghasilkan energi, yang membuat tubuh kita dapat bekerja dengan normal. Subhanallah, Allah swt Maha sempurna, segalanya sudah diper-hitungkan dan tidak diciptakan secara kebe-tulan. “Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesunguhnya telah Kami jelaskan tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui”. (6:98)

Jumat, 29 Agustus 2008

ramadhan ceria

kegiatan selama puasa jadwal apa yang akan dibikin